Pernah menolong orang lain, paling tidak menolong anggota keluarga atau saudara? Syukurlah kalau jawabannya: iya, sering. Bagaimana rasanya saat menolong orang lain? Syukurlah kalau jawabannya: menyenangkan dan membahagiakan. Jika kedua jawaban itu yang selalu kita miliki maka logikanya kita sering melakukan hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Itu sangat baik untuk kesehatan jiwa. Tapi kalau kita tidak suka atau merasa tertekan jika harus menolong orang lain, sebaiknya memang jangan pernah memberikan pertolongan kepada orang lain. Dengan konskwensi kondisi jiwa kita menjadi sakit atau tidak sehat.
Ada apa dengan tulisan yang bernada rada-rada serius diatas tadi?
Begini ceritanya : Beberapa hari lalu, dua orang teman datang ke rumah saya. Mereka mas Agung Prasetyo dan mas Dedy Prayitno, kakak kelas saya semasa masih bersekolah di SMA Negeri Jalawiyata – Prokimal, kini sekolah itu bernama SMU Negeri 2 Kotabumi di Lampung Utara. Mungkin ada diantara pembaca yang memang alumni dari SMA Negeri Jalawiyata atau SMU Negeri 2 Kotabumi dan mengenal kedua orang teman saya tadi.
Sebelum ke rumah saya, kedua orang teman tadi sedang mengunjungi rumah seorang teman yang sudah hampir dua tahun ini menderita sakit. Dia mengidap tumor dan kini setiap hari hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Tapi cobaan kematian suaminya itu ternyata masih belum cukup keras. Pada bulan Januari 2008, Purwanti dinyatakan mengidap penyakit tumor yang menyerang kaki kanannya. Dengan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, dan sebagian besar merupakan bantuan dari keluarga, dia menjalani operasi pada bulan Oktober 2008. Kaki kanannya diamputasi. Tapi pada diagnosa setelah beberapa waktu kemudian didapati bahwa tumor sudah menjalar hingga daerah pinggang. Untuk menjalani perawatan medis lagi, Purwanti dan keluarga tidak sanggup menyediakan biayanya. Penyakit tumor dan keadaan keluarganya benar-benar membuat ibu dari dua orang anak itu menjadi tidak berdaya dan hanya bisa pasrah. Sementara jaringan tumor akan terus menjalar ke bagian tubuh yang lain.
Melihat kondisi Purwanti yang seperti itu, mas Dedy, mas Agung, dan saya kemudian berinisiatif untuk memberikan bantuan sebisa kami. Kedua orang itu mengusulkan untuk mengadakan penggalangan dana dari para anggota beberapa Komunitas Prokimal yang ada di situs jejaring sosial Facebook. Menurut saya, itu ide yang praktis dan mudah-mudahan bisa berhasil. Kami bertiga segera menyebar informasi tujuan penggalangan dana ini ke beberapa halaman grup Komunitas Prokimal di jaringan Facebook. Kami juga membuat halaman Facebook untuk tujuan ini yang dapat dilihat di bawah ini.
Untuk mendapatkan informasi tentang misi penggalangan dana ini bisa didapat melalui halaman PROKIMAL WORD yang widget kotak penggemarnya sudah saya sertakan diatas. Silahkan kepada rekan-rekan pengguna account Facebook dari Prokimal – Lampung Utara bergabung menjadi penggemar. Jika ingin mengetahuinya secara langsung mengenai penggalangan dana ini, silahkan menghubungi :
Sdr. DEDY PRAYITNOMungkin maksud baik ini akan menimbulkan reaksi yang bermacam-macam. Maklum, jika bicara tentang uang, hampir semua orang menjadi sangat sensitif. Selalu ada yang mempertanyakan kebenaran misi penggalangan dana ini. Itu hal yang wajar. Tapi kami tetap menghimbau kepada rekan-rekan anggota Komunitas Prokimal di Facebook untuk bisa memberikan bantuan kepada Sdri. Purwanti sesuai kemampuan dan keikhlasannya masing-masing.
No. HP : 081344536554 atau 081997113177
Profile Facebook : Silahkan Klik Disini
Sdr. AGUNG PRASETYO
No. HP : 081369214377
Profile Facebook : Silahkan Klik Disini
Nomor rekening tujuan transfer penggalangan dana :
Bank Mandiri Cabang Kotabumi
No. 114-00-0632791-3 a/n. DEDY PRAYITNO
Alamat Sdri. Purwanti :
Sukajaya-II RT.003 RW.002 Desa Madukoro Baru - Prokimal, Kotabumi Utara, Lampung Utara.




