Bisnis Tiket Pesawat, Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari, Pulsagram Pulsa Elektronik, Kursus Online membuat website, Agen Tiket Pesawat, Koperasi Online, tiket pesawat online, teks lagu, lirik lagu, cerpen, catatan, download mp3

Mengoptimalkan redaksi teks link pada hyperlink

Cara paling konvensional yang sering dilakukan oleh para blogger untuk meningkatkan posisi blognya pada halaman pencarian di situs search engine adalah dengan mengajak blogger lain untuk bertukar link. Istilah populernya mengajak kerjasama link-exchange. Kita mencantumkan link yang menuju ke blog mereka dan mereka juga mencantumkan link yang menuju ke blog milik kita. Secara teknis, bertukar link sudah bukan lagi menjadi hal yang sulit dilakukan. Karena semua blogger sudah paham penulisan kode html untuk pembuatan teks link. Yang belakangan menjadi sulit adalah mengajak blogger lain untuk bersedia diajak bertukar link.

Beberapa tahun lalu para blogger masih bisa dengan mudah mengajak blogger lain untuk bertukar link. Mungkin karena suasana dunia blogging pada waktu itu masih sangat bernuansa sosial. Bertukar link lebih ditujukan untuk menunjukkan keinginan menjalin persahabatan dan komunitas. Tapi sekarang, bertukar link lebih ditujukan untuk meningkatkan SEO (Search Engine Optimation). Beberapa blogger hanya bersedia bertukar link dengan blog lain yang memiliki tema content sama dengan blognya. Misalnya blog yang khusus membahas bisnis online hanya mau bertukar link dengan blog lain yang juga hanya membahas tentang bisnis online, blog olah-raga hanya mau bertukar link dengan blog olah-raga yang lain, begitu seterusnya.

Berdasarkan ketentuan bertukar link tadi, blog gado-gado seperti blog saya ini menjadi agak sulit jika ingin mengajak blog-blog spesifik (hanya membahas tema (bidang) tertentu) untuk bertukar link. Lalu bagaimana solusinya agar blog-blog spesifik bersedia kita ajak untuk bertukar link?

Saya pernah membaca sebuah artikel bagus di blog Herald, tapi saya sudah lupa siapa penulisnya. Di artikel tersebut dijelaskan, ada cara yang bias kita coba agar blog-blog spesifik atau blog yang berbeda content dengan blog kita bersedia kita ajak untuk bertukar link. Misalnya kita ingin bertukar link dengan sebuah blog yang khusus membahas tentang olah-raga. Kita buat saja sebuah posting yang bercerita tentang olah-raga juga pada blog yang kita kelola. Mungkin tentang perkembangan kompetisi sepak bola profesional di Indonesia, atau sejarah lahirnya cabang olah-raga bulu tangkis, pokoknya posting tentang olah-raga lah.

Dalam posting tersebut, kita cantumkan teks link yang menuju ke blog olah-raga yang akan kita ajak bertukar link itu. Jika posting sudah diterbitkan, kita segera sampaikan kepada admin blog olah-raga tadi bahwa kita sudah mencantumkan teks link ke blognya pada posting yang membahas tema sama dengan content blognya. Insya’ Allah dengan cara ini blog yang akan kita ajak bertukar link menjadi bersedia atau menerima ajakan ber-link-exchange.

Cara ini sesuai dengan anggapan bahwa kekuatan fungsi sebuah link terletak pada bunyi redaksi teks link-nya. Jika Anda pemilik blog yang membahas tentang bisnis online, mungkin Anda lebih suka jika link yang menuju ke blog Anda menggunakan redaksi teks link misalnya seperti ini : "Belajar bisnis online dengan mudah dan cepat". Dengan menggunakan redaksi teks link seperti itu, diharapkan jika ada orang yang menggunakan keyword "bisnis online" atau "belajar bisnis online" saat melakukan pencarian artikel di halaman situs search engine (google, yahoo, MSN, dan sebagainya), maka halaman blog Anda bisa muncul pada halaman hasil pencarian tersebut. Salah satunya karena terbantu dengan adanya redaksi teks link yang sesuai dengan keyword yang digunakan oleh pencari. Bukan hanya karena tema yang mewarnai sebagian besar posting pada blog Anda.
Lanjutkan membaca “Mengoptimalkan redaksi teks link pada hyperlink”  »»

Hidup yang ramah

Hidup yang ramahPernah dengar tentang hidup yang ramah? Biasanya kita sering mendengar ungkapan yang berbunyi "hidup itu indah". Hidup itu akan menjadi terasa indah jika kita tahu cara menikmatinya. Dan setiap orang punya cara masing-masing dalam menikmati hidup ini. Sayangnya, ada banyak juga orang yang memilih cara yang salah untuk menikmati hidup ini. Alhasil, keindahan yang mereka rasakan dalam kehidupan mereka adalah keindahan yang semu. Halah…., kayak filsuf saja nih jadinya.

Lalu, kapan waktunya ketika kehidupan menjadi ramah bagi kita?

Kehidupan akan terasa menjadi ramah ketika kita sudah jadi orang sukses. Pada saat itulah lingkungan kita menjadi sangat ramah pada kita. Semua orang akan selalu siap untuk tersenyum bagi kita. Setiap orang menginginkan kehadiran kita. "Gak ada elo gak rame," kira-kira begitulah kata orang. Tapi, ada tapinya nih, sayang sekali orang mendefinisikan sukses hanya pada seputar kemamapanan pada aspek ekonomi seseorang. Pada kemampuan orang dalam mengumpulkan harta. Pendefinisian yang terlalu dangkal seperti itu membuat orang jadi menggunakan segala macam cara agar hidup menjadi ramah bagi mereka.

Ketika kita menjadi orang kaya, orang-orang di sekitar kita menjadi sangat menghargai kita. Mereka dengan sangat ringan hati akan tersenyum untuk kita. Tapi benarkah mereka tulus menghargai kita dan bukan karena menghargai harta yang kita miliki?

Menjadi kaya itu mudah, kata seorang teman. Jika kekayaan itu diartikan sebagai tumpukan materi atau uang. Tapi menjadi orang kaya itu yang sulit. Sebab orang kaya adalah orang yang tidak merasakan kekurangan dalam hidupnya. Perasaan seperti itu membuat dia menjadi mudah untuk menolong orang lain.

Jadi, kemampuan sesorang untuk selalu bias menolong orang lain itulah yang membuat dia pantas menyandang gelar sebagai orang kaya. Jika belum sanggup untuk menolong orang lain, dalam konteks ini, jangan pernah bermimpi untuk menjadi orang kaya. Dan jangan pernah berharap orang-orang dengan hati yang tulus akan ternsenyum pada kita. Bibir mereka saja yang tersenyum, tapi hati mereka mencibirkan kita. Itu belum ditambah dengan sumpah serapah dan doa supaya kita jadi orang yang paling melarat. Nah lo….
Lanjutkan membaca “Hidup yang ramah”  »»

Teman dan relasi bisnis

Teman dan relasi bisnisApa sih bedanya teman dan relasi bisnis? Pertanyaan ini jadi cukup mengganggu saya beberapa hari ini. Mungkin kita bisa mengatakan bahwa relasi bisnis itu termasuk sebagai teman, sedangkan teman belum tentu relasi bisnis. Teman bisa kita definisikan sebagai orang yang kita kenal dan mengenal kita serta sering terlibat melakukan beberapa hal bersama kita. Sebuah bentuk hubungan antar manusia dengan faktor dan batasan yang lebih simpel. Sedangkan relasi bisnis merupakan sebuah hubungan antar manusia karena adanya kerjasama usaha. Kira-kira begitulah jawaban menurut versi saya. Kalau ternyata salah, ya mbok mohon dimaafkan. Ini sekedar pendapat pribadi, bukan doktrin partai politik.

"Saya masukkan dia sebagai teman level ke sekian," ujar seorang teman saat kami sedang ngobrol di teras rumah. Dia sedang membicarakan seorang temannya yang menurutnya tidak pernah bisa terbuka cara berfikirnya. Saya hanya mengiyakan saja sambil berfikir, koq jadi kayak MLM ya. Teman dibagi-bagi menurut kedalaman level. Berarti harus ada bonus pasangan, bonus duplikasi, dan sebagainya. Wekekekeke…. Tanpa sengaja saya jadi tersenyum. Lumayan, masih ada yang bisa dijadikan bahan untuk tersenyum. Dari pada manyun terus, nanti malah tidak bisa masuk surga.

Dia melanjutkan lagi ceritanya. Dalam prinsip berteman ternyata memang dia menggunakan aturan level. Hanya saja hingga level ke berapa, dia tidak punya standard resmi. Teman-teman yang bagaimana yang dia masukkan dalam kategori teman level pertama? Ini pertanyaan yang ingin saya tahu jawabannya.

Orang-orang yang terlibat dengan kegiatan bisnis yang dia kelola dan teman-teman akrab yang sangat sering berjumpa dan ngobrol dengannya adalah kategori teman level pertama baginya. Orang-orang yang punya potensi untuk memudahkan dia dalam berbisnis juga termasuk dalam kategori ini. Bagi saya, ini pengkategorian yang cukup masuk akal. Mungkin karena dia seorang pebisnis. Waktu adalah uang. Berteman juga kegiatan yang membutuhkan waktu. Jadi, saat melakukan kegiatan bertemanan yang butuh waktu itu, harus bisa menghasilkan keuntungan, minimal terbukanya peluang bisnis baru. Ini kata dia. Maklum pebisnis.

Lalu dia masih menjelaskan pada saya tentang pengkategorian level pertemanannya itu. Saya mendengarkan sambil mencatat dalam ingatan saya. Wah…dunia yang berisi milyaran manusia ini pasti sudah dipenuhi dengan milyaran prinsip pertemanan juga. Salah satunya, ya kategori level teman seperti yang dianut oleh teman saya itu. Orang boleh setuju atau tidak, suka atau tidak. Saya yakin Anda mungkin punya kecenderungan juga dalam meletakkan teman-teman Anda pada peringkat atau level tertentu. Meskipun banyak orang yang bilang bahwa dalam berteman dia tidak membedakan latar belakang dan status sosial. Tapi dalam prakteknya selalu ada pembagian level.
Lanjutkan membaca “Teman dan relasi bisnis”  »»

 

KLIK DISINI UNTUK KEMBALI KEATAS

Bisnis Tiket Pesawat, Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari, Pulsagram Pulsa Elektronik, Kursus Online membuat website, Agen Tiket Pesawat, Koperasi Online, tiket pesawat online, teks lagu, lirik lagu, cerpen, catatan, download mp3