Prokimal, Kotabumi, Lampung Utara. Bisnis Tiket Pesawat, Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari, Bisnis Pulsa Elektronik Pulsagram, Kursus Online membuat website, catatan, teks lagu, lirik lagu, cerpen, download mp3. Prokimal, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara
PROKIMAL KOTABUMI LAMPUNG UTARA || PROKIMAL KOTABUMI LAMPUNG UTARA

KOPERASI ONLINE BUSINESS PLAN KSU-NUARI
Koperasi Serba Usaha (KSU) dengan modal kepenyertaan yang murah secara online serta potensi Jasa Mitra dan SHU bulanan hingga ratusan ribu rupiah setiap bulan untuk menjadi penghasilan rutin para Mitra. KLIK DISINI untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang Koperasi Online KSU-Nuari.

Memilih cara online booking tiket pesawat

Memilih cara online booking tiket pesawat

Bisnis Tiket Pesawat (BTP) merupakan layanan online booking tiket pesawat terbang yang sudah diselenggarakan lebih dari satu tahun. Sebenarnya tanpa menjadi member Bisnis Tiket Pesawat (BTP) pun kita bisa juga melakukan booking atau pembelian tiket pesawat. Banyak maskapai penerbangan sudah menyediakan fasilitas pembelian tiket secara online melalui website perusahaan mereka.

Secara garis besar prosedur dan fasilitas yang maskapai sediakan sama dengan yang disediakan oleh Bisnis Tiket Pesawat (BTP). Tapi ada beberapa hal yang sangat mendasar yang membedakan keduanya. Perbedaan-perbedaan ini yang membuat orang cenderung lebih memilih menjadi member Bisnis Tiket Pesawat (BTP) dari pada menjadi member langsung layanan online booking tiket yang diselenggarakan oleh sebuah maskapai. Apa saja perbedaan-perbedaan tersebut?

Perbedaan yang pertama adalah, jika kita melakukan pembelian tiket secara online melalui website sebuah maskapai maka yang kita peroleh hanya tiket pesawat saja. Tapi jika kita menjadi member Bisnis Tiket Pesawat (BTP) dan melakukan pembelian tiket, selain mendapatkan tiket pesawat, kita juga akan mendapatkan komisi atas transaksi pembelian tiket yang kita lakukan itu. Komisi ini berupa uang yang jika sudah mencapai jumlah sesuai dengan peraturan BTP bisa kita minta dan langsung ditransfer ke rekening bank yang sudah kita tunjuk.

Kedua, member Bisnis Tiket Pesawat (BTP) bisa melakukan pembelian tiket pesawat pada 8 (delapan) maskapai yang berbeda. Ini tidak mungkin dilakukan oleh seorang member suatu layanan online pembelian tiket pesawat pada sebuah maskapai. Misalnya member layanan online Garuda Indonesia tidak bisa membeli tiket secara online di layanan serupa yang dimiliki oleh maskapai AirAsia. Mereka terpaksa harus mendaftar dulu menjadi member layanan online maskapai AirAsia. Ini tentu menjadi sangat merepotkan.

Ketiga, member Bisnis Tiket Pesawat (BTP) bisa menjalankan praktek afiliasi. Ini tidak bisa dilakukan oleh member layanan online maskapai. Pada layanan Bisnis Tiket Pesawat (BTP), jika kita mengajak orang lain untuk menjadi member aktif maka kita mendapatkan komisi sponsorisasi. Dan jika kemudian orang itu melakukan pembelian tiket pesawat melalui layanan Bisnis Tiket Pesawat (BTP) maka kita mendapatkan komisi transaksi pembelian tiket yang dilakukan oleh orang tersebut. Komisi transaksi ini selalu kita dapatkan sepanjang orang tersebut masih menggunakan BTP untuk melakukan pembelian tiket. Keuntungan dan mafaat finansial ini tidak akan didapatkan oleh member layanan online maskapai penerbangan.

Ketiga perbedaan diatas adalah sebagaian yang membedakan dan menjadi penyebab mengapa sebaiknya menjadi member dan menggunakan layanan Bisnis Tiket Pesawat (BTP) untuk melakukan pembelian tiket pesawat terbang. Tinggalkan menggunakan cara-cara lama untuk melakukan pembelian tiket pesawat dan segera beralih pada layanan yang disediakan oleh Bisnis Tiket Pesawat (BTP). Silahkan KLIK DISINI untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang BISNIS TIKET PESAWAT (BTP) ini.
Lanjutkan membaca “Memilih cara online booking tiket pesawat”  »»

Berinternet di Lampung Utara

Berinternet di Lampung Utara

Mengapa judul posting ini menjadi berinternet di Lampung Utara? Bukan berinternet di Kotabumi atau di Prokimal? Judul ini seperti mewakili kondisi perinternetan di kabupaten Lampung Utara, padahal bukan. Karena saya hanya bercerita tentang kondisi akses internet di kampung saya, Sukajaya, yang masih dalam kawasan Prokimal, kecamatan Kotabumi Utara, dan tentu saja masih di Kabupaten Lampung Utara.

Pada saat saya kembali ke kampung ini, awalnya saya melakukan akses internet menggunakan modem GSM. Saya menggunakan kartu Simpati dari Telkomsel itu. Meskipun beberapa hari lalu saya sempat diperlakukan tidak adil oleh provider seluler ini, tapi saya masih mengandalkan layanan dari mereka. Sebab, saya belum percaya pada layanan akses internet dari operator lainnya. Saya fikir tidak apa kadang mengecewakan, yang penting jangan terlalu sering. Nanti saya bisa ngamuk.

Saat masih menggunakan modem GSM saya mendapatkan kualitas akses yang bervariasi. Kadang pada level GPRS, kadang HSDPA. Tapi beberapa bulan kemudian modem itu rusak, tidak berfungsi lagi. Maklum, modem itu sudah tiga tahun saya gunakan. Sebagai gantinya saya gunakan modem ponsel Nokia 6300 untuk mengakses internet. Dan konskwensinya koneksi internet menjadi lebih lambat. Hanya pada level GPRS saja. Masih lumayan deh, dari pada tidak ada sama sekali.

Tapi sudah sekitar satu bulan ini saya hanya mendapat konseksi internet pada level EDGE saja yang tentu saja lebih lambat dari GPRS. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Apa ponsel saya yang mulai ngawur atau memang kualitas jaringan Telkomsel di kampung saya yang sudah turun. Atau mungkin karena sudah makin banyak orang yang mengakses internet di daerah saya. Berhubung kapasitas BTS sudah full, akhirnya semua orang hanya kebagian koneksi internet EDGE saja. Itu cuma analisa dari saya yang bukan pakar bidang TI. Tapi itulah yang terjadi.

Kondisi ini membuat saya menjadi cukup kesulitan untuk menangani beberapa weblog dan Facebook Fan Page yang saya kelola. Mereka jadi mulai jarang saya update. Padahal sebelumnya semua saya update tiap hari. Mungkin memang harus bersabar dulu. Mudah-mudahan ada perbaikan.
Lanjutkan membaca “Berinternet di Lampung Utara”  »»

Sulitnya menghilangkan tradisi mati lampu

Sulitnya menghilangkan tradisi mati lampu

Hari ini terjadi pemadaman aliran listrik lagi dari PLN di Kotabumi, Lampung Utara. Saya tidak tahu di kawasan mana saja yang mati lampu, tapi yang jelas di tempat tinggal saya (Prokimal) pemadaman terjadi sejak pukul 10.30 hingga 17.00. Pemadaman aliran listrik selama enam jam tiga puluh menit. Hari-hari sebelumnya juga sering terjadi pemadaman listrik yang umumnya hanya berlangsung tidak lebih dari satu atau dua menit.

Pemadaman listrik PLN selama lebih dari enam jam hari ini benar-benar menjengkelkan. Ini hari ke-24 PLN menaikkan TDL. Dan ternyata pelayanan gaya lama masih mereka gunakan. Apa mereka fikir para pelanggan menikmati listrik PLN dengan gratis? PLN seharusnya sadar sesadar-sadarnya bahwa para pelanggan membayar untuk setiap watt listrik yang mereka gunakan. Ketika tarif TDL sudah dinaikkan pun PLN masih terus tidur, belum juga sadar.

Ketika saya mengeluh, mati lampu lagi koq sampai berjam-jam gini ya, seorang adik ipar saya bilang ini merupakan pemadaman bergilir. Dia sudah mendengarkan pengumumannya di radio. Masa’ masih ada pemadaman bergilir lagi sih? Koq tidak sesuai dengan yang dikatakan pemerintah ya? Ternyata memang benar analisa saya, pemadaman aliran listrik ini sudah menjadi tradisi yang akan sangat sulit untuk dilangkan dari tubuh PLN. Meskipun TDL dinaikkan hingga 1000%. Ibarat seorang supir angkot yang tidak akan pernah mampu mendapatkan tugas untuk mengemudikan pesawat terbang. Meskipun upah yang dia terima menjadi seribu kali lipat dari upahnya sebagai seorang supir angkot. Orang akan bilang padanya, kalau cuma bisa bawa angkot, jangan pernah minta diupah seperti pilot. Bikin malu keluarga saja.
Lanjutkan membaca “Sulitnya menghilangkan tradisi mati lampu”  »»

Halusinasi Ara

Halusinasi Ara
Oleh : Johan Suryantoro

"Keken…! Keken…! " Ara berteriak-teriak panik memanggil. Tiba-tiba di belakangnya terdengar keras derum mesin. Ara menoleh ke belakang, bis itu bergerak cepat meninggalkan jembatan. Spontan pemuda itu berteriak, "Haii...berhenti! Jahanam, jangan lari!"

Beberapa langkah Ara mencoba mengejar, tapi bis itu sudah bergerak begitu cepat. Mustahil bisa terkejar hanya dengan berlari. Sambil terus berteriak memaki Ara berbalik dan berlari lagi ke sisi jembatan. Sebuah mobil Taxi sudah berhenti disitu. Kaca pengemudi diturunkan dan terdengar teriakan memanggil dari si pengemudi, "Ara...!". Ara mengenal pengemudi Taxi itu. Lelaki itu dan mobil Taxinya sering mangkal di kantin seberang jalan kampus.

"Apa pak Jati bawa lampu senter?", tanya Ara sambil menggigil kedinginan setelah berdiri di samping Taxi. Hujan sudah mulai reda.
"Ada apa?", pengemudi Taxi berumur menjelang 50 tahun itu balik bertanya. Tapi cepat segera dibukanya laci dashboard. Ada sebuah lampu senter disitu.
"Keken jatuh ke Sungai."
"Hahh..?!", pak Jati ternganga kaget. Cepat diulurkannya lampur senter pada Ara sambil membuka pintu mobil Taxinya. Semenit kemudian dengan tergesa kedua orang itu menuruni anak-anak tangga yang menuju ke bawah kolong jembatan. Sepetak lantai di kolong jembatan sudah hampir terendam air sungai.

Beberapa menit sorot lampu senter menyapu permukaan air sungai di sekitar kolong jembatan. Lalu menyorot hingga beberapa puluh meter mengikuti aliran sungai yang tenang.
"Keken pasti hanyut", Ara menggumam ngeri. Kekhawatiran yang amat sangat makin mencengkeram fikirannya.

"Ara..!", sebuah teriakan memanggil dari atas jembatan. Serentak Ara dan pak Jati mendongakkan kepala keatas. Ara tercekat kaget. Dengan tatapan yang menggambar rasa tak percaya Ara memandang lekat keatas jembatan, ke arah Keken yang berdiri disitu. Dikedip-kedipkannya matanya, tapi Keken masih ada berdiri diatas trotoar jembatan itu. Ini bukan khayalanku, batinnya. Dilihatnya pak Jati juga memandang keatas jembatan, ke arah Keken. Tanpa menghiraukan perasaan aneh yang sempat menyergap otaknya, meledaklah tawa senang dari mulut Ara. Rasa takut dan khawatir itu lenyap seketika dan membawanya segera berlari kembali keatas jembatan. Pak Jati mengikuti di belakangnya.

"Kamu tidak apa-apa?", tanya Ara pada Keken sambil menatap cermat pada gadis itu, dari ujung rambut sampai ujung sepatu kets-nya. Keken benar-benar masih utuh, hanya sedang menggigil kedinginan saja. Aneh, Ara membatin.

"Kamu kedinginan", ujar Ara kembali mengkhawatirkan Keken.
"Aku basah kuyup kehujanan, jelas kedinginan", jawab Keken.
"Bukan cuma kehujanan, kamu terjatuh ke sungai", sahut Ara.
"Aku terjatuh ke sungai? Kenapa aku sampai jatuh ke sungai? Dari tadi aku disini. Aku menyeretmu ke trotoar setelah kamu terguling ke tengah jembatan. Kamu pingsan. Saat bingung memikirkan cara untuk membawamu pulang, untung ada Taxi pak Jati datang. Tapi tiba-tiba kamu siuman lalu berteriak-teriak histeris. Meminjam senter pada pak Jati dan berlari ke bawah jembatan. Tahu tidak, kamu sudah bikin aku ketakutan sekali", Keken mencoba menerangkan. Ditatapnya Ara dengan raut wajah khawatir.

"Tidak mungkin", Ara membantah sengit. "Aku memang terpeleset dan terguling ke tengah jalan jembatan karena terkejut dengan suara petir. Tapi aku tidak pingsan. Aku sempat melihat sebuah bisa melaju dari ujung sana, dan kamu berlari ke tempat aku terduduk. Lalu kamu mengangkat dan melemparkan aku ke trotoar jembatan. Ya Tuhan, seharusnya aku heran bagaimana kamu bisa sekuat itu. Dan dengan sangat jelas aku melihatmu tertabrak bis itu dan terlempar ke bawah jembatan. Jelas sekali aku dengar suara tubuhmu tercebur di sungai. Oohh.., tadi aku benar-benar jadi panik."

"Coba lihat aku baik-baik. Aku cuma basah kuyup. Kalau sebuah mobil bis menabrakku, seharusnya badanku sudah remuk. Mungkin benturan aspal di kepalamu itu membuatmu berhalusinasi yang bukan-bukan. Sudahlah, kita pulang sekarang sebelum kita jadi sakit gara-gara kedinginan," kata Keken.

Ara memandang pada pak Jati. Seakan memohon lelaki paruh baya itu memberikan penjelasan yang terjadi. Pak Jati tidak berkata apa-apa, lalu mengajak mereka berdua masuk ke dalam mobil taxi-nya.

"Aku berhenti ke pinggir saat melihatmu kehujanan, berlari dan berteriak-teriak seperti mengejar sesuatu. Aku terkejut ketika kamu bilang Keken terjatuh ke sungai. Sayangnya aku tidak memperhatikan ke tempat Keken berdiri. Fikiranku hanya tertuju ke kolong jembatan itu, aku fikir Keken memang tercebur ke sungai. Tapi seperti yang kamu lihat, Keken baik-baik saja. Mungkin Keken benar, kepalamu yang membentur aspal itu sudah membuatmu berhalusinasi", pak Jati mencoba menenagkan Ara saat membawa keduanya pulang.

Ara hanya terdiam. Mungkin aku memang berhalusinasi, fikir Ara. Rasa terkejut karena suara petir yang memekakkan telinga lalu kepalanya yang membentur aspal sudah cukup untuk membuat kerja otaknya jadi terganggu. Tapi mengapa bisa terasa benar-benar nyata. Punggungnya masih terasa sangat sakit. Mungkin karena tubuhnya terguling di aspal tadi. Dilirknya Keken yang juga sedang terdiam.

Sebentar kemudian taxi itu sudah berhenti di pinggir jalan, antara rumah Keken dan Ara.
"Kalian berdua turun saja. Malam ini gratis, tidak perlu bayar", kata pak Jati sambil tertawa mencoba menghibur Keken dan Ara.

Kedua anak muda itu tersenyum berterima kasih, lalu keluar dan menutup pintu mobil. Keken cepat kembali dan melongokkan kepala dari jendela mobil.
"Ada apa?", tanya pak Jati.
"Jangan cerita kepada siapa pun ya pak. Nanti Ara bisa jadi malu", pinta Keken. Membuat pak Jati menjadi tertawa terbahak.
"Kamu tenang saja, gadis cantik. Cepat suruh dia pulang, barangkali dia demam", jawab pak Jati.
"Terima kasih untuk tumpangannya, pak", Keken mengeluarkan kepala lagi dan.

Pak Jati melepas injakan kopling, mobil taxinya bergerak pelan meninggalkan Keken dan Ara. Pak Jati masih tersenyum-senyum sambil menggelengkan kepala mengingat kejadian yang dialaminya tdai bersama Keken dan Ara. Ada-ada saja, gumamnya geli. Tiba-tiba ponsel dalam kantong jaketnya berbunyi. Ada yang sedang menghubunginya.

"Ya, halo", pak Jati menjawab panggilan itu. Dengan tenang ia mendengar suara dari lawan bicaranya di ponsel. "Dia baik-baik saja. Tanpa perlu kau tolong pun, dia akan baik-baik saja. Reaksinya memang belum cepat. Mungkin karena dia belum tahu siapa dirinya. Tidak apa. Kita akan segera melatihnya, sebelum si Penghancur keluar dari gerbang. Mudah-mudahan belum terlambat…….",

bersambung…

cerita sebelumnya…
Lanjutkan membaca “Halusinasi Ara”  »»

 

KLIK DISINI UNTUK KEMBALI KEATAS

Prokimal, Kotabumi, Lampung Utara. Bisnis Tiket Pesawat, Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari, Bisnis Pulsa Elektronik Pulsagram, Kursus Online membuat website, catatan, teks lagu, lirik lagu, cerpen, download mp3. Prokimal, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara