Bisnis Pulsa Elektronik Pulsagram, Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari, Investasi Online Aset Mandiri, Kursus Online belajar membuat website dan belajar bisnis internet, bisnis pulsa elektronik, Pulsagram, Bisnis Online Aset Mandiri, Pulsa Elektronik

Kesempatan kedua dan keajaiban mesin waktu

Apa yang akan Anda lakukan jika seandainya diberi kesempatan kedua dalam hidup Anda? Misalnya dengan bantuan sebuah mesin waktu yang bisa membawa Anda ke masa beberapa tahun silam dalam kehidupan Anda. Dan Anda pun bisa hidup denga usia yang sesuai pada masa tersebut lagi. Jawaban yang logis mungkin Anda akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah Anda lakukan. Tapi, apakah Anda masih ingat dengan kesalahan-kesalahan yang sudah Anda perbuat? Kekeliruan-kekeliruan yang membuat kehidupan Anda terasa menjadi tidak berhasil dan bahagia. Maka Anda saat itu mulai berfikir dan bertindak secara lebih bijaksana.

Percayalah, membuang waktu dan kesempatan baik yang ada merupakan hal terbodoh dalam hidup ini. Kebahagiaan dan sukses tidak hanya muali disusun dari sekarang, tapi sejak Anda lahir. Semangat dan keberanian harus mewarnai hari-hari Anda.

Sebuah newsletter berisi ulasan bagus dari Inna Ratna baru saja masuk ke inbox email saya. Dan tulisan bagus dari rekan yang menjadi pendiri komunitas Info Bisnis dan Marketing ini ingin saya bagikan untuk pembaca weblog GarisLine.Com ini. Semoga bermanfaat.

KESEMPATAN KEDUA
Oleh : Inna Ratna

Baru saja saya menonton satu film berjudul 17 yang menceritakan seorang anak High School (SMU) yang melepaskan karirnya yang cemerlang di olah raga bola basket demi mengejar pujaan hati. Adegan pindah ke saat ini dimana sang pemain basket tidak lagi menekuni bola basket, telah memiliki dua anak remaja dan sedang dalam proses cerai dengan istrinya yang notabene pujaan hatinya kala itu. Lalu ia bertemu seorang kakek tua yang memberinya kesempatan kedua untuk menjadi muda kembali dan kembali ke tempat ia bersekolah waktu lalu. Kesempatan kedua ini ia gunakan untuk meluruskan sesuatu yang selama ini salah dalam hidupnya. Sambil membantu anaknya agar menjadi lebih percaya diri ia juga berusaha menemukan benih-benih cintanya kepada pujaan hatinya yang telah terkubur selama ini. Seperti cerita film-film lainnya maka film ini pun berakhir happy ending.

Kisah film ini mengingatkan saya dengan seminar Brian Tracy yang pernah saya dengar beberapa waktu lalu. Bayangkan bila anda memiliki mesin waktu dan anda bisa bepergian sepuluh tahun ke depan dan semuanya sempurna dan sangat indah, bagaimanakah kriteria sempurna menurut anda? keadaan finansial anda yang berlimpah atau karir cemerlang atau bisnis berkembang dengan pesat, rumah pribadi, mobil pribadi, hubungan dengan keluarga harmonis dan banyak waktu luang bersama keluarga?

Gunakan imajinasi anda untuk menata kehidupan anda sepuluh tahun ke depan dan sekarang saatnya anda kembali ke saat ini dan mulai menuliskan apa yang anda bayangkan di masa depan anda. Mulai menata dan menuliskan gol-gol anda seperti yang anda lihat melalui mata imajinasi anda dan mulai mencari cara agar gol-gol tersebut bisa terlaksana setahap-demi setahap hingga anda mencapainya secara penuh.

Inilah teori second chance (kesempatan kedua) dari Brian Tracy mirip dengan cerita film diatas. Dengan berimajinasi ke masa depan kita sudah tidak membutuhkan keajaiban yang bisa membawa kita ke masa lalu kita tetap bisa menata hidup kita mulai saat ini dengan melihat masa depan yang kita inginkan melalui mata imajinasi kita.

Bila anda tidak pernah mencobanya, mungkin inilah saat yang paling tepat untuk mencoba menggunakan imajinasi anda dan melihat kehidupan anda di masa depan, bila anda tidak menyukainya, maka anda bisa kembali ke masa kini dan anda mendapatkan kesempatan kedua untuk merubah keadaan SAAT INI dan masa depan anda tentu akan menjadi lebih baik, lebih cerah, lebih sukses, lebih bahagia dan lebih berarti bukan hanya bagi diri anda sendiri tetapi juga orang sekeliling anda dan keluarga anda. Lakukan yang terbaik saat ini, ubah hidup anda satu persen setiap hari dan temukan perubahan sebanyak 365 persen di hari yang sama tahun depan.
Klik disini untuk membaca selengkapnya....

Kursus Online, antara belajar dan bisnis online

kursus online, kursus online belajar membuat website, kursus online belajar bisnis internet

Sebenarnya memang kurang tepat jika menyebut Kursus Online yang diselenggarakan oleh Adhi Prasetio ini sebagai salah satu bentuk program bisnis online. Pada dasarnya kursus online ini merupakan sarana belajar bagi orang-orang yang ingin mengetahui dan mempelajari cara-cara membuat dan mengelola sebuah website. Proses belajar ini diselenggarakan secara online via internet, oleh karena itu disebut kursus online. Tentu saja ini bukan kursus online yang bisa diikuti secara gratis. Tapi percayalah, apa yang diperoleh dari kursus online ini pasti jauh lebih berharga dibanding biaya kursus yang terhitung sangat murah ini.

Mengapa biaya kursus online belajar membuat website ini bisa dianggap murah?

Pertama, karena jumlahnya memang tidak besar. Hanya Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) sebagai aktifasi member area. Member area ini merupakan halaman dimana para siswa bisa mempelajari materi pelajaran.

Kedua, uang sejumlah Rp.150.000,- itu cukup hanya dibayarkan satu kali saja setelah pendaftaran untuk mengikuti kursus. Bukan dibayarkan setiap bulan atau menurut periode tertentu. Satu kali pembayaran untuk selamanya.

Ketiga, pada kursus online ini tidak hanya disediakan materi pelajaran secara teori. Tapi pihak penyelenggara kursus juga menyediakan halaman pada member area sebagai tempat praktek. Anggaplah halaman ini sebagai laboratorium online. Jadi, belajar teorinya lalu bisa langsung dipraktekkan di laboratorium online.

Keempat, materi pelajaran yang disediakan bukan hanya tentang cara-cara membuat website. Tapi tersedia juga materi yang membuat para siswa bisa memahami sekaligus bisa menjalankan langkah-langkah dalam berbisnis online atau bisnis internet.

Empat item diatas itu saja sudah bisa menggambarkan betapa bermanfaatnya kursus online yang diselenggarakan oleh Adhi Prasetio ini. Tidak akan pernah sebanding dengan biaya kursus yang sangat murah ini. Ini belum ditambahkan dengan kelebihan dan kemudahan lainnya yang ditawarkan oleh penyelenggara kursus online ini.

Lalu, apa yang dimaksud dengan antara belajar dan bisnis online dalam penyelenggaraan kursus online ini?

Penyelenggara Kursus Online ini (Adhi Prasetio) menawarkan kerjasama kepada setiap siswa berstatus member aktif untuk ikut memasarkan sarana kursus online ini. Bisa disebut menjadi reseller. Dengan pembagian keuntungan sebanyak 50%. Jika tarif atau biaya kursus masih tetap Rp.150.000,-, maka reseller mendapat Rp.75.000,- dan pihak penyelenggara juga mendapat Rp.75.000,-. Seandainya siswa peserta program reseller bisa mendapatkan dua siswa dengan status member aktif, maka keikutannya dalam kursus online ini bisa dianggap gratis. Karena uang Rp.150.000,- yang dulu sudah dibayarkan kepada pihak penyelenggara sudah didapatkannya kembali. Istilahnya sudah impas atau kembali modal. Dan jika si reseller bisa terus menambah jumlah siswa berstatus member aktif, keuntungan berupa uang yang diperolehnya otomatis akan bertambah banyak juga. Misalnya siswa peserta program reseller mendapat 10 siswa baru berstatus member aktif, maka perhitungan keuntungannya adalah 10 x Rp.75.000,- = Rp.750.000,-. Sederhana dan mudah, bukan. Ini yang disebut belajar sambil menghasilkan uang.

Setelah membaca ulasan sederhana diatas, mungkin ada pembaca yang tertarik untuk menjadi siswa pada kursus online yang diselenggarakan oleh Adhi Prasetio ini. Jika memang tertarik, silahkan melakukan registrasi DISINI.
Klik disini untuk membaca selengkapnya....

Menunggu RI 1 dan RI 2

Akhirnya pekerjaan pilih-memilih RI 1 dan RI 2 itu sudah berlalu untuk periode ini. Bagi saya, bukan untuk hajatan ini secara keseluruhan. Rekapitulasi hasil suara yang masuk masih terus dihitung. Sudah selesai kalau RI 1 dan RI 2 sudah dilantik. Apa artinya untuk saya? Yang pertama, merasa lega karena tugas dan tanggung jawab saya sebagai anggota KPPS sudah selesai kemarin. Mudah-mudahan tidak ada laporan yang salah. Yang kedua, honornya sudah diterima. Lumayan, bisa untuk menutupi ongkos koneksi internet selama satu bulan. Hehehehe….

Kegiatan seperti ini akhirnya menjadi semacam rutinitas bagi saya. Kalau dihitung, sudah tujuh kali berturut-turut saya menjadi petugas TPS. Kata orang, itu tugas negara yang cukup vital. Kalau tidak ada petugas TPS, mungkin tidak bakal ada pemilu. Jika tidak ada pemilu, bagaimana kita bisa memilih pemimpin kita? Jika tidak punya pemimpin, bagaimana kita bisa mengurus negara ini? Bagaimana pun negara ini adalah proyek bersama yang kita miliki. Sebuah mega proyek yang sangat besar.

Lalu, siapa yang saya inginkan menduduki kursi kepresidenan nanti? Mungkin saya bohong, tapi bagi saya tidak jadi soal siapa yang jadi presiden RI untuk lima tahun kedepan nanti. Yang penting beliau jangan sampai mengganggu keasyikan saya untuk ngeblog atau melakukan kegiatan online lainnya. Masalahnya, saya melakukan kegiatan-kegiatan itu tidak secara gratis. Tapi bayar alias mengeluarkan biaya. Meskipun mungkin tidak terlalu banyak tapi tetap saja bukan gratis. Lagi pula sudah hampir tiga bulan ini saya memulai keikutan saya dalam dunia bisnis online. Dunia yang penuh gemerlap mimpi tentang sukses. Dan sekarang saya sengaja menjatuhkan diri dalam pusaran gemerlap mimpi itu.

Kalau sedang sibuk mengurusi pilih-memilih yang kata orang dalam rangka kelancaran mekanisme kehidupan bernegara di negeri ini, saya jadi berfikir kalau kita ini terlalu banyak punya pemilu. Selintas lalu memang seperti lima tahun sekali. Jeda waktu yang cukup panjang. Tapi ada berapa pemilu? Hitung saja sendiri. Dari pemilihan kepala desa, bupati / walikota, gubernur, dewan legislatif, hingga pemilihan presiden dan wakilnya. Akhirnya jadi hampir setiap tahun kita melaksanakan pemilu.

Jika seandainya keikutan dan pemilu bisa dilakukan secara online, mungkin tidak terlalu menyita waktu. Tapi kenyataannya kita harus datang ke TPS. Meninggalkan pekerjaan atau kegiatan lainnya. Sampai di tempat harus menunggu, antri. Mudah-mudahan itu jadi setimpal dengan tujuan untuk memenuhi keinginan kita, kehidupan bernegara dan berbangsa yang semakin baik. Baik untuk siapa? Tergantung siapa yang sedang bicara tentang hal ini.
Klik disini untuk membaca selengkapnya....

Facebook dan intervensi bisnis online

Hampir semua pengguna internet tahu tentang Facebook. Dan cukup banyak pengguna internet juga memiliki account Facebook. Sepertinya Facebook sedang booming besar-besaran. Situs jejaring sosial yang didirikan Mark Zuckerberg pada tahun 2005 ini telah menarik hati ratusan juta pengguna internet. Dari berbagai kalangan dan profesi. Dari berbagai budaya dan keyakinan. Dan saya merupakan salah satu diantara mereka. Dalam artian yang positif, saya menjadi sangat menikmati keberadaan facebook.

Bagi para pemain bisnis online, ternyata jaringan facebook sudah menjadi lahan bagus untuk dimanfaatkan. Sudah menjadi jaringan pemasaran produk online yang mereka tawarkan kepada para calon pembeli. Dan ajaibnya, eksplorasi komersial pada jaringan global ini benar-benar gratis. Ini dimungkinkan karena setiap user facebook bisa membuat grup atau komunitas sendiri selain halaman profilenya. Komunitas atau grup yang dibuatnya bisa digunakan untuk berbagai tujuan. Dari komunitas religious hingga komunitas bisnis. Dari komunitas iseng hingga komunitas penganut ideology tertentu. Jumlah komunitas yang terbentuk pada jaringan facebook ini sudah sangat banyak.

Ada beberapa komunitas bisnis, khususnya bisnis online, yang mengundang saya untuk bergabung. Beberapa diantaranya sudah memiliki ribuan anggota. Bahkan ada yang memiliki anggota hampir 300.000 orang. Itu baru sebatas pada komunitas bisnis online yang sudah mengundang saya untuk bergabung. Yang tentunya masih sebatas dari Indonesia saja. Saya belum tahu keberadaan komunitas bisnis online yang lain. Saya jadi berfikir, pasti karena kemampuannya dalam menyediakan fasilitas untuk membuat komunitas secara gratis inilah sehingga facebook mendapatkan sukses yang fenomenal.

Saya jadi berpendapat, ternyata facebook bukan hanya berfungsi sebagai situs jejaring sosial, tapi juga sudah berevolusi menjadi situs jejaring bisnis online. Saya dengar sudah banyak pebisnis online senior yang membuat dan mengelola komunitas bisnis online-nya masing-masing. Mereka benar-benar sudah memanfaatkan segala peluang dan celah yang ada untuk menggaet pasar. Dan tentu saja kesibukkanya makin bertambah juga. Jika sebelumnya mereka sudah disibukkan dengan rutinitas mengelola website bisnis online dan jaringan komunikasi email dan chat, kini ditambah lagi dengan melayani para anggota pada komunitas di jaringan facebook.

Kesibukkan yang bertambah adalah wajar jika angka keberhasilan sudah makin meningkat. Karena memang begitulah hokum alamnya. Siapa yang paling bisa bekerja keras dan berusaha, kemungkinan besar dia yang akan mendapatkan sukses.
Klik disini untuk membaca selengkapnya....

 

KLIK DISINI UNTUK KEMBALI KEATAS

Bisnis Pulsa Elektronik Pulsagram, Koperasi Online Business Plan KSU-Nuari, Investasi Online Aset Mandiri, Kursus Online belajar membuat website dan belajar bisnis internet, bisnis pulsa elektronik, dealer pulsa elektronik, Bisnis Online Aset Mandiri, Pulsa Elektronik