Menunggu RI 1 dan RI 2
Kamis, 09 Juli 2009Kegiatan seperti ini akhirnya menjadi semacam rutinitas bagi saya. Kalau dihitung, sudah tujuh kali berturut-turut saya menjadi petugas TPS. Kata orang, itu tugas negara yang cukup vital. Kalau tidak ada petugas TPS, mungkin tidak bakal ada pemilu. Jika tidak ada pemilu, bagaimana kita bisa memilih pemimpin kita? Jika tidak punya pemimpin, bagaimana kita bisa mengurus negara ini? Bagaimana pun negara ini adalah proyek bersama yang kita miliki. Sebuah mega proyek yang sangat besar.
Lalu, siapa yang saya inginkan menduduki kursi kepresidenan nanti? Mungkin saya bohong, tapi bagi saya tidak jadi soal siapa yang jadi presiden RI untuk lima tahun kedepan nanti. Yang penting beliau jangan sampai mengganggu keasyikan saya untuk ngeblog atau melakukan kegiatan online lainnya. Masalahnya, saya melakukan kegiatan-kegiatan itu tidak secara gratis. Tapi bayar alias mengeluarkan biaya. Meskipun mungkin tidak terlalu banyak tapi tetap saja bukan gratis. Lagi pula sudah hampir tiga bulan ini saya memulai keikutan saya dalam dunia bisnis online. Dunia yang penuh gemerlap mimpi tentang sukses. Dan sekarang saya sengaja menjatuhkan diri dalam pusaran gemerlap mimpi itu.
Kalau sedang sibuk mengurusi pilih-memilih yang kata orang dalam rangka kelancaran mekanisme kehidupan bernegara di negeri ini, saya jadi berfikir kalau kita ini terlalu banyak punya pemilu. Selintas lalu memang seperti lima tahun sekali. Jeda waktu yang cukup panjang. Tapi ada berapa pemilu? Hitung saja sendiri. Dari pemilihan kepala desa, bupati / walikota, gubernur, dewan legislatif, hingga pemilihan presiden dan wakilnya. Akhirnya jadi hampir setiap tahun kita melaksanakan pemilu.
Jika seandainya keikutan dan pemilu bisa dilakukan secara online, mungkin tidak terlalu menyita waktu. Tapi kenyataannya kita harus datang ke TPS. Meninggalkan pekerjaan atau kegiatan lainnya. Sampai di tempat harus menunggu, antri. Mudah-mudahan itu jadi setimpal dengan tujuan untuk memenuhi keinginan kita, kehidupan bernegara dan berbangsa yang semakin baik. Baik untuk siapa? Tergantung siapa yang sedang bicara tentang hal ini.
Kalau sedang sibuk mengurusi pilih-memilih yang kata orang dalam rangka kelancaran mekanisme kehidupan bernegara di negeri ini, saya jadi berfikir kalau kita ini terlalu banyak punya pemilu. Selintas lalu memang seperti lima tahun sekali. Jeda waktu yang cukup panjang. Tapi ada berapa pemilu? Hitung saja sendiri. Dari pemilihan kepala desa, bupati / walikota, gubernur, dewan legislatif, hingga pemilihan presiden dan wakilnya. Akhirnya jadi hampir setiap tahun kita melaksanakan pemilu.
Jika seandainya keikutan dan pemilu bisa dilakukan secara online, mungkin tidak terlalu menyita waktu. Tapi kenyataannya kita harus datang ke TPS. Meninggalkan pekerjaan atau kegiatan lainnya. Sampai di tempat harus menunggu, antri. Mudah-mudahan itu jadi setimpal dengan tujuan untuk memenuhi keinginan kita, kehidupan bernegara dan berbangsa yang semakin baik. Baik untuk siapa? Tergantung siapa yang sedang bicara tentang hal ini.
Label: INTERMEZZO
Share
BISNIS KEAGENAN TIKET PESAWAT ONLINE
Mau booking tiket pesawat sekaligus menjadi agen penjualan tiket pesawat secara online, murah, mudah, dan cepat? untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Wallpaper foto kapal laut :
| Berlangganan artikel melalui Feed Reader |
Judul Posting: Menunggu RI 1 dan RI 2
Alamat URL: http://www.garisline.com/2009/07/menunggu-ri-1-dan-ri-2.html

0 Komentar pada posting "Menunggu RI 1 dan RI 2"
Poskan Komentar
Berlangganan Poskan Komentar [Atom]
Link ke posting ini:
Buat sebuah Link
<< Beranda