Belajar dari kesulitan hidup
Senin, 09 November 2009Sejarah tampaknya tak ingin memberikan gelar kepahlawanan dengan mudah, ia memaksa setiap orang membayar harga yang mahal untuk itu. Kenyataan menjelaskan itu. Tekanan-tekanan hidup, secara psikologi, sebenarnya justru berguna untuk merangsang munculnya potensi-potensi yang terpendam dalam diri seseorang, serta merangsang terjadinya proses kreativitas yang intensif. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang jadi malas, kurang kreatif, kurang inovatif dan kurang produktif. Bukan situasi normal itu yang jadi masalah. Tapi manusia memang pada dasarnya membutuhkan stimulan yang kuat untuk bergerak (change). Dan tekanan hidup murupakan salah satu stimulan itu. Jadi, apabila dalam kontek kecenderungan manusiawi kita tidak menyukai tekanan hidup, maka dalam kontek pengembangan jati diri kita justru membutuhkan rangsangan tekanan hidup untuk meledakkan potensi-potennsi dalam diri kita yang terpendam. Walaupun kenyataannya tidak semua orang bisa sukses melawan tekanan, tapi para pahlawan sejati selalu muncul dari balik tekanan-tekanan hidup yang komplek.
Tampaknya memang ada rahasia yang tersembunyi disini. Para pahlawan sejati itu selalu dapat mempertahankan kunci-kunci yang membentuk daya hidup mereka, mereka dapat selalu mempertahankan harapan dan optimisme hidup, pikiran positif dan kegembiraan jiwa, obsesi kepahlawaanan dan semangat perlawanan. Seakan-akan didalam jiwa mereka, ada bunker yang menjadi tempat persembunyian kunci-kunci daya hidup itu, yang selamanya tidak akan tersentuh oleh serangan tekanan-tekanan hidup.
Itulah rahasia yang menjelaskan mengapapa Hamka sanggup merampungkan tafsir Al-Azhar-nya selama tiga tahun dalam penjara. Atau mengaapa dulu pernah terjadi ikrar Sumpah Pemuda. Atau mengapa nenek moyang kita mampu mengusir penjajah belanda dengan bambu runcing, atau yang lebih sederhana mengapa nelayan tradisional berani menghadapi gelombang laut yang dahsyat dengan peralatan yang kurang memadai? Dan masih banyak contoh-contoh yang lain.
Mereka semua adalah pahlawan-pahlawan yang mengerti bagaimanan menikmati tekanan hidup. Suatu saat mereka mungkin juga mengeluh beratnya tekanan-tekanan hidup itu. Tapi yang membuat mereka jadi pahlawan adalah karena mereka telah berhasil membangun bunker dalam jiwa mereka, tempat kunci-kunci daya hidup mereka tersembunyi dengan aman. Itulah membuat mereka tampak selalu santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang dibawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis di depan tantangan, pandai memanfaatkan tantangan menjadi peluang, dan gembira dalam segala situasi.
Itulah rahasia yang menjelaskan mengapapa Hamka sanggup merampungkan tafsir Al-Azhar-nya selama tiga tahun dalam penjara. Atau mengaapa dulu pernah terjadi ikrar Sumpah Pemuda. Atau mengapa nenek moyang kita mampu mengusir penjajah belanda dengan bambu runcing, atau yang lebih sederhana mengapa nelayan tradisional berani menghadapi gelombang laut yang dahsyat dengan peralatan yang kurang memadai? Dan masih banyak contoh-contoh yang lain.
Mereka semua adalah pahlawan-pahlawan yang mengerti bagaimanan menikmati tekanan hidup. Suatu saat mereka mungkin juga mengeluh beratnya tekanan-tekanan hidup itu. Tapi yang membuat mereka jadi pahlawan adalah karena mereka telah berhasil membangun bunker dalam jiwa mereka, tempat kunci-kunci daya hidup mereka tersembunyi dengan aman. Itulah membuat mereka tampak selalu santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, tenang dibawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis di depan tantangan, pandai memanfaatkan tantangan menjadi peluang, dan gembira dalam segala situasi.
Label: CATATAN
Share
BISNIS KEAGENAN TIKET PESAWAT ONLINE
Mau booking tiket pesawat sekaligus menjadi agen penjualan tiket pesawat secara online, murah, mudah, dan cepat? untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Wallpaper foto kapal laut :
| Berlangganan artikel melalui Feed Reader |
Judul Posting: Belajar dari kesulitan hidup
Alamat URL: http://www.garisline.com/2009/11/belajar-dari-kesulitan-hidup.html

0 Komentar pada posting "Belajar dari kesulitan hidup"
Poskan Komentar
Berlangganan Poskan Komentar [Atom]
Link ke posting ini:
Buat sebuah Link
<< Beranda