Perubahan
Sabtu, 21 November 2009Dalam lingkungan para psikolog dikenal adagium bahwa belajar adalah berubah, sebaliknya berubah juga berarti belajar. Batasan pengertian tentang belajar secara spesifik disebutkan sebagai a relatively permanent change in behavior (Ian Brooks, 1995). Bila kita tidak berubah, berarti tidak belajar. Dan bila kita tidak belajar, berarti kita tidak akan berubah menjadi lebih baik. Seperti kata pepatah, sekalipun kita berada di rel yang benar, kalau kita hanya duduk-duduk saja pasti akan ketabrak kereta yang lewat.
Pada hakikatnya orang tidak keberatan dengan perubahan, akan tetapi sangat menentang bila dirinya diubah. Di sinilah letak pentingnya pemahaman yang mendalam tentang aspek budaya dalam manajemen perubahan. Penyebab utama dari gagalnya melakukan perubahan secara signifikan adalah keberatan, keengganan, atau bahkan penolakan oleh para pegawainya (employee resistance).
Ketika manajemen melaksanakan perubahan pada seseorang, dia akan merasa terancam. Baik terancam ditilik dari segi pemenuhan kebutuhan dasarnya, terancam otonominya maupun terancam daya control terhadap ke hidupannya sendiri. Bila kita berada pada posisi seperti itu, bagaimana rasanya? Pasti akan muncul rasa khawatir, takut, ngeri, karena kita tahu ada perubahan, tetapi tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi, berapa cepat dan berapa lama. Untuk mengurangi rasa takut terhadap perubahan, diperlukan komunikasi multi arah yang timbal balik atau resiprokal, melibatkan segenap pihak yang terkait. Karena itulah sang pimpinan harus betul-betul proaktif untuk melakukan pendekatan pada para pegawainya untuk lebih siap melakukan penyesuaian agar dapat menerima rencana perubahan yang direkomendasikan pimpinan.
Inisiatif berikut bimbingan atau panduan perubahan terletak pada bahu para manajer, untuk kemudian ditularkan melalui para Kepala Bagian pada segenap staf di bawahnya. Disamping itu diharapan dapat menjadi salah satu upaya menjadi agen perubahan untuk menjembatani antara Kebijakan Manajemen dengan aspirasi segenap pekerja, harapan lain adalah agar dapat menjadi Media Komunikasi dan Sosialisasi Persiapan perusahaan menghadapi tantangan kedepan.
Ketika manajemen melaksanakan perubahan pada seseorang, dia akan merasa terancam. Baik terancam ditilik dari segi pemenuhan kebutuhan dasarnya, terancam otonominya maupun terancam daya control terhadap ke hidupannya sendiri. Bila kita berada pada posisi seperti itu, bagaimana rasanya? Pasti akan muncul rasa khawatir, takut, ngeri, karena kita tahu ada perubahan, tetapi tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi, berapa cepat dan berapa lama. Untuk mengurangi rasa takut terhadap perubahan, diperlukan komunikasi multi arah yang timbal balik atau resiprokal, melibatkan segenap pihak yang terkait. Karena itulah sang pimpinan harus betul-betul proaktif untuk melakukan pendekatan pada para pegawainya untuk lebih siap melakukan penyesuaian agar dapat menerima rencana perubahan yang direkomendasikan pimpinan.
Inisiatif berikut bimbingan atau panduan perubahan terletak pada bahu para manajer, untuk kemudian ditularkan melalui para Kepala Bagian pada segenap staf di bawahnya. Disamping itu diharapan dapat menjadi salah satu upaya menjadi agen perubahan untuk menjembatani antara Kebijakan Manajemen dengan aspirasi segenap pekerja, harapan lain adalah agar dapat menjadi Media Komunikasi dan Sosialisasi Persiapan perusahaan menghadapi tantangan kedepan.
Label: CATATAN
Share
BISNIS KEAGENAN TIKET PESAWAT ONLINE
Mau booking tiket pesawat sekaligus menjadi agen penjualan tiket pesawat secara online, murah, mudah, dan cepat? untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Wallpaper foto kapal laut :
| Berlangganan artikel melalui Feed Reader |
Judul Posting: Perubahan
Alamat URL: http://www.garisline.com/2009/11/perubahan.html

0 Komentar pada posting "Perubahan"
Poskan Komentar
Berlangganan Poskan Komentar [Atom]
Link ke posting ini:
Buat sebuah Link
<< Beranda